Produk & Parcel Macan Aman

Hasil Kunjungan Team Gabungan: Produk & Parcel Macan Yaohan Aman

Pada Hari Selasa, 15 September 2009 team gabungan dari beberapa instansi mendadak kunjungi beberapa swalayan termasuk Macan Yaohan Medan Mall untuk melakukan pemeriksaan produk dan parcel yang dijual.

dprd dinkes periksa parcel lebaran

Instansi yang terkait dengan total seluruh team 20 orang adalah:

  1. Bp. Parlindungan Purba + Rekan – DPRD
  2. Bp. J.Manurung  + Rekan – B-POM
  3. Bp.Agus – Kepala B-POM
  4. Dinas Kesehatan – DinKes
  5. Rekan rekan Wartawan dari media cetak dan Televisi

team dprd dinas kesehatan periksa parcel idul fitri

Tugas dan tujuan junjungan:

  1. Melakukan permeriksaan secara acak dan keseluruhan terhadap Makanan dan Minuman yang dilarang yang meliputi : EXP, ML,Depkes , Berkarat, Peot dan terdaftar.
  2. Melakukan uji sample buka Parcel sebanyak 3 paket : C,D dan F yang disaksikan oleh semua team yang ada dan memastikan bahwa barang barang yang ada dalam parcel tsb bebas dari masalah.
  3. Melakukan pemeriksaan barang luar yang tidak terdaftar terutama untuk jenis makanan dan minuman kaleng.

Dari pemeriksaan tersebut dapat disimpulkan bahwa produk dan parcel Macan Yaohan dalam status bagus, aman dan tidak ada masalah.

parcel lebaran periksa dprd dinkes

Macan Yaohan selalu memastikan produk yang dijual berkualitas dengan keadaan bagus dan baru apalagi produk yang didalam parcel yang bergaransi. Untuk menjamin produk parcel adalah bagus dan baru, parcel Macan di produksi dan packing di parcel center dengan list standard produk dimana produk semua dipesan baru langsung dari pabrik dan supplier dan bukan yang ada dilapangan. (kecuali parcel yang dipesan khusus oleh pelanggan yang diproduksi di dalam toko)

Produk Palsu Ponds & Olay

PT Procter & Gamble Home Products Indonesia (P&G Indonesia) dan PT Unilever Indonesia selaku produsen kosmetik memberikan tanggapan menyusul pengumuman dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengenai 70 produk kosmetika yang dinyatakan sebagai produk berbahaya.

Baik P&G maupun Unilever menyatakan bahwa produk-produk yang disampaikan oleh BPOM bukanlah produk yang mereka keluarkan. Dengan kata lain, produk yang beredar atas nama Pond’s dan Olay yang disebutkan dalam daftar BPOM adalah produk-produk palsu.

Bambang Sumaryanto, External Relations Director P&G Indonesia, menyambut positif langkah penertiban produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya yang telah dilakukan oleh BPOM, termasuk 3 (tiga) jenis Olay palsu yang disebutkan, yaitu Olay 4 in 1 Complete Make Up, Olay Krim Pemutih, dan Olay Total White.

Ketiga jenis Olay yang tidak memiliki izin edar tersebut tidak pernah diproduksi dan diedarkan oleh P&G. Sementara produk Olay Total White (TW) yang resmi diedarkan oleh P&G Indonesia saat ini hanyalah Olay TW Extra Fair Cream dan Olay TW Spot Lightening Cream, sedangkan Olay TW Cream sudah tidak dijual lagi sejak lebih dari setahun yang lalu.

Sementara itu, Aurellio Kaunang, Media Relations Assistant Manager–HPC Unilever, menyatakan, produk berlabel Pond’s yang disebutkan di dalam pemberitaan tersebut juga produk palsu, bukan produksi Unilever. Semua produk Unilever aman digunakan dengan berpegang pada standar yang ditetapkan oleh BPOM atau badan berwewenang lain.

“Semua produk Unilever memiliki izin dari BPOM dan mencantumkan nomor registrasi BPOM pada kemasan produk,” katanya. Unilever menyatakan penyesalan atas beredarnya produk-produk palsu/tidak resmi karena sangat merugikan konsumen maupun produsen yang resmi.

Untuk membantu masyarakat agar tak tertipu dengan produk palsu dari kedua produsen tersebut, P&G dan Unilever mengimbau konsumen agar lebih cermat saat melakukan pembelian. Hal itu antara lain dapat dilakukan dengan memperhatikan harga jual yang wajar, perhatikan kondisi kemasan dan isi produk, apakah sesuai dengan yang biasanya.

Sementara untuk para pemilik toko, disarankan untuk selalu memeriksa tanda registrasi BPOM, nama produsen pada kemasan produk, serta kondisi kemasan produk. Lebih jauh P&G dan Unilever menyediakan layanan konsumen untuk membantu para konsumen maupun toko.

Jika ada yang menemukan sesuatu yang janggal menyangkut produk atas nama salah satu produk mereka, konsumen bisa menghubungi nomor berikut:

Suara Konsumen Unilever 0-800-1-55-8000 (bebas pulsa) atau (021) 5299 5299.

Sementara untuk nomor kontak P&G, konsumen bisa menghubungi nomor layanan konsumen 0800-1402-869 (bebas pulsa).

Macan Group selalu memperhatikan dan menjamin produk produk Unilever dan P&G yang dijual di Macan Yaohan dan Macan Mart adalah asli dari kedua perusahaan tersebut yang mempunyai tanda registrasi BPOM.

BPOM Tarik 70 Kosmetik Berbahaya

Semua Produk Kosmetik (Pond’s) Yang Dikeluarkan oleh PT Unilever Indonesia Tbk Aman Untuk Digunakan

Sehubungan dengan pemberitaan di media massa mengenai BPOM Tarik 70 Kosmetik Berbahaya pada 11 Juni 2009, PT Unilever Indonesia Tbk sebagai produsen Pond’s menyampaikan penjelasan sebagai berikut:

  1. Produk-produk berlabel “Pond’s” yang tercantum di dalam daftar tersebut adalah produk palsu, tidak diproduksi oleh Unilever.
  2. Semua produk Unilever aman digunakan, dengan berpegang pada standar yang ditetapkan oleh BPOM atau badan berwewenang lain. Semua produk kami memiliki izin dari BPOM dan mencantunkan nomor registrasi BPOM pada kemasan produk.
  3. Kami menyesalkan beredarnya produk-produk palsu/tidak resmi karena sangat merugikan konsumen maupun produsen yang resmi.
  4. Agar tidak tertipu dengan produk palsu yang menggunakan merek Pond’s atau merek Unilever lainnya, kami menghimbau kepada konsumen agar cermat saat melakukan pembelian, antara lain dengan memperhatikan harga jual yang wajar, kondisi kemasan dan isi produk, apakah sesuai dengan yang biasa dipakai. Kepada pemilik toko, kami himbau agar selalu memeriksa tanda registrasi BPOM, nama produsen pada kemasan produk serta kondisi kemasan produk.
  5. Apabila konsumen merasa ragu-ragu atau menemukan sesuatu yang janggal atas produk, harap menghubungi Suara Konsumen Unilever di no bebas pulsa 0-800-1-55-8000 atau di nomor pulsa bayar (021) 5299 5299 atau melayangkan surat melalui email: suara.konsumen@unilever.com.

Atas perhatian yang diberikan kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
PT. Unilever Indonesia Tbk

Maria Dwianto Dewantini
Head of Corporate Communications

Macan Group selalu perhatikan dan memastikan produk yang dijual adalah produk resmi dari PT. Unilever Indonesia

Produk Makanan Melamin Ditarik

September 24, 2008 by  
Filed under Macan Information

28 Produk Makanana Ditarik untuk diteliti apakah ada kandungan Melamin.

Produk Macan Yaohan Aman

JAKARTA -- Badan Pengawas Obat dan Makanan kemarin memerintahkan penarikan 28 jenis makanan berbagai merek karena menggunakan bahan baku susu asal Cina. Langkah pengamanan ini dilakukan berkaitan dengan kasus ditambahkannya melamin pada susu formula untuk bayi di negeri itu.

“Larangan itu mulai berlaku hari ini (kemarin),” kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Husniah Rubiana Thamrin setelah rapat dengar pendapat dengan Komisi Agama, Sosial, dan Pemberdayaan Perempuan Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta kemarin.

Makanan yang dilarang beredar itu bermacam-macam, dari es krim, susu, sampai wafer dan permen. Di Cina, produk susu tercemar itu menyebabkan empat bayi tewas dan 53 ribu lainnya sakit. Sebanyak 12 ribu lebih bayi mulai sembuh setelah dirawat di rumah sakit. Sedangkan 104 bayi lainnya kini masih dirawat karena gangguan pada ginjal.

Menurut Husniah, produk makanan dan minuman berkandungan susu asal Cina itu akan diteliti di laboratorium. Dia memastikan tak ada susu buatan Cina untuk bayi yang beredar di Indonesia. Susu impor dari Cina yang beredar di Indonesia hanya untuk konsumsi orang dewasa. “Susunya tidak mengandung melamin,” katanya. Tapi produk ini ikut disegel.

Menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan Lily Sulistyowati, susu buatan Cina untuk orang dewasa itu, Guozhen, punya izin edar. “Itu pun susu krim,” kata Lily kepada Tempo semalam. Tidak tertutup kemungkinan susu Cina tak punya izin edar, masuk dengan cara diselundupkan.
Sebagai langkah antisipasi, Badan POM telah mengirimkan surat kepada Asosiasi Peretail Indonesia untuk mengambil langkah pengamanan. “Bentuknya menarik dan menyegel susu dan produk yang menggunakan susu asal Cina untuk dilaporkan ke Badan POM,” kata Lily. Produk yang akan diteliti itu terdiri atas 28 jenis.
Badan POM, menurut dia, mulai hari ini akan meneliti apakah produk tersebut terbukti mengandung melamin. Kapan hasil penelitian itu akan diumumkan, Lily mengatakan tak bisa menjawab. “Kewenangan itu ada di Badan POM,” katanya.

Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) akan menghentikan distribusi produk yang mengandung susu asal Cina. “Tanpa tunggu apa-apa lagi, langsung kami patuhi dan segera hentikan,” kata Sekretaris Jenderal Aprindo Tutum Rahanta.

Dia mengatakan pihaknya tak mau mengambil risiko dengan tetap mengedarkan produk-produk yang diduga berbahaya. Namun, Tutum belum memastikan kapan langkah penghentian peredaran itu dilakukan karena dia belum melihat surat permintaan dari Badan POM. Informasi soal susu Cina yang akan ditarik itu baru diperoleh dari Departemen Perdagangan kemarin siang.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia Thomas Darmawan mengimbau agar pemerintah berhati-hati terkait dengan rencana penarikan susu Cina dan produk turunannya yang diduga membahayakan. “Harus benar-benar berdasarkan penelitian dengan prinsip kehati-hatian,” katanya.

Menurut dia, tidak semua produk Cina di Indonesia, termasuk 28 item yang akan ditarik dari distribusinya, mengandung melamin yang membahayakan. Dengan pengumuman rencana penarikan, produk lain yang berbau Cina pun bisa kena imbasnya. “Ujung-ujungnya merugikan peretail kecil dan industri,” katanya. “Apalagi kita tidak impor susu dari Cina, tapi dari Australia.” CORNILA DESYANA | HARUN MAHBUB

Setitik Melamin di Susu Cina

Heboh susu mengandung melamin di Cina, yang menyebabkan 53 ribu bayi sakit ginjal, akhirnya sampai juga ke Indonesia. Senin lalu, 22 September, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menarik susu bubuk merek Guozhen produksi Cina. Sehari kemudian, Badan Pengawas Obat dan Makanan mengeluarkan surat edaran agar Asosiasi Peretail Indonesia mengamankan 28 jenis makanan yang mengandung susu asal Cina.

KRONOLOGI:
Desember 2007: Perusahaan susu Sanlu Group, Cina, menerima keluhan produk mereka membuat bayi sakit.
Juni 2008: Sanlu menemukan susu bubuknya mengandung melamin.
30 Juni 2008: Lima bayi di Hunan sakit batu ginjal karena susu Sanlu.
11 September 2008: Sanlu, yang sahamnya dikuasai Fonterra, Selandia Baru, menarik 700 ton susu formula.
21 September 2008: Departemen Kesehatan Cina mengumumkan 53 ribu bayi sakit dan empat meninggal karena susu beracun itu.
22 September 2008: Departemen Kesehatan RI menarik susu Guozhen produksi Cina.
23 September 2008: Badan Pengawas Obat dan Makanan mengumumkan 28 jenis makanan yang mengandung susu asal Cina.

APAKAH MELAMIN ITU
Melamin adalah bahan kimia berbasis organikyang banyak ditemukan dalam bentuk kristal putihdalam nitrogen. Biasanya digunakan sebagaibahan campuran plastik dan pupuk. Melamintak punya nilai nutrisi, tapi kaya nitrogen, sehingga biladicampur dengan susu akan membuat kadar protein sususeolah lebih tinggi ketimbang aslinya.
Produk yang ditarik dari peredaran:
1.    Jinwel Yougoo Susu Fermentasi Rasa Jeruk
2.    Jinwel Yougoo Aneka Buah
3.    Jinwel Yougoo tanpa Rasa
4.    Guozhen susu bubuk full cream
5.    Meiji Indoeskrim Gold Monas Rasa Cokelat
6.    Meiji Indoeskrim Gold Monas Rasa Vanila
7.    Oreo Stick Wafer
8.    Oreo Stick Wafer (disebut dua kali, karena ukuran berbeda)
9.    Oreo Cokelat Sandwich Cookies
10.    M&M’s Kembang Gula Cokelat Susu
11.    M&M’s Cokelat Susu
12.    Snicker’s (biskuit-nougat lapis cokelat)
13.    Dove Choc Kembang Gula Cokelat
14.    Dove Choc
15.    Dove Choc (disebut dua kali, karena ukuran berbeda)
16.    Natural Choice Yoghurt Flavoured Ice Bar
17.    Yili Bean Club Matcha Red Bean Ice Bar
18.    Yili Bean Club Red Bean Ice Bar
19.    Yili Prestige Chocliz
20.    Yili Chestnut Ice Bar
21.    Nestle Dairy Farm UHT Pure Milk
22.    Yili High Calcium Low Fat Milk Beverage
23.    Yili High Calcium Milk Beverage
24.    Yili Pure Milk 205 ml
25.    Yili Pure Milk 1 L
26.    Dutch Lady Strawberry Flavoured Milk
27.    White Rabbit Creamy Candy
28.    Yili Choice Dairy Frozen Yoghurt Bar (kembang gula)
SUMBER: PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK SEKRETARIAT JENDERAL DEPARTEMEN KESEHATAN RI

Produk Macan Yaohan Aman

Marquee Powered By Know How Media.